Peran Kombinasi Vermikompos Dan Poc Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.)
The Role of Vermicompost and Bagasse Liquid Organic Fertilizer Combination on Soybean Plant Growth and Yield
Abstract
Kedelai (Glycine max (L.) merupakan tanaman semusim termasuk dalam kelompok palawija dan berperan sebagai sumber protein utama dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai adalah melalui penggunaan vermikompos dan POC ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh aplikasi vermikompos dan POC berbahan dasar ampas tebu terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 hingga Desember 2024 dilahan pertanian Politeknik Negeri Jember. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu vermikompos dan pupuk organik cair ampas tebu. Dosis vermikompos terdiri dari K0: 0 ton/ha, K1: 8,5 ton/ha, K2: 15 ton/ha, Sedangkan pupuk organik cair ampas tebu terdiri dari T0: 0 ml/l, T1: 350 ml/l, T2: 700 ml/l. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan di uji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5% atau 1%. Parameter pengamatan yaitu jumlah polong, berat polong basah, dan bintil akar. Hasil penelitian menunjukkan , tidak terdapat interaksi antara vermikompos dan POC ampas tebu. pemberian vermikompos dan POC ampas tebu secara tunggal berpengaruh terhadap jumlah polong, dan tidak memberikan pengaruh terhadap berat polong basah dan bintil akar.

