Respon Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Hasil Terhadap Keberadaan Hama Kumbang Kura-Kura (Chrysomelidae : Coleoptera)
Response of Six Sweet Potato Cultivars (Ipomoea batatas L.) and Yield to the Presence of Turtle Beetles (Chrysomelidae: Coleoptera)
Abstract
Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) berpotensi sebagai sumber pangan alternatif karena kandungan nutrisi dan mineralnya yang setara dengan beras dan jagung. Namun, produksinya masih terhambat oleh serangan hama yang tinggi sehingga menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon enam kultivar ubi jalar (Ipomoea Batatas L.) dan hasil terhadap keberadaan hama kumbang kura-kura (chrysomelidae:coleptera). Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu Lato-lato (P1), Cilembu (P2), Tailand (P3), Kentang (P4), Ase (P5), Ungu (P6). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga spesies hama kumbang kura-kura yang diidentifikasi menyerang tanaman ubi jalar, yaitu Lactoptera Tredecimunctata, Cassida Sircumdata, Asphidimorpha Santaecrucis. Kultivar lato-lato menunjukan tingkat ketahanan tertinggi terhadap serangan hama kumbang kura-kura yaitu sebesar 6,47% (katagori rendah), sebaliknya kultivar kentang menunjukan tingkat kerentanan paling tinggi yaitu sebesar 28,52% (katagori sedang). Sedangkan jumlah populasi tertinggi pada kultivar Ase dengan rerata sebesar 5,75 ekor, sebaliknya jumlah populasi terendah terdapat pada kultivar lato-lato dengan rerata yaitu 2,25 ekor. Dalam produksi, kultivar Tailand menghasilkan rerata umbi terbanyak 6,44 umbi/tanaman, sedangkan Ase, meski hanya menghasilkan rerata umbi sebesar 3,44 umbi/tanaman, namun memiliki bobot tertinggi 1,05 kg/tanaman. Sedangkan Kultivar Ungu menunjukan bobot umbi terendah yaitu 0,45 kg/tanaman.

