Efektivitas Hormon Ga₃ dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Komponen Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsium annum L.)
Effectiveness of GA₃ Hormone in Enhancing Growth and Yield Components of Chili Pepper (Capsicum annuum L.)
Abstract
Produktivitas cabai rawit (Capsicum annuum L.) di Indonesia masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan tanaman yang kurang optimal. Hormon GA3 dikenal sebagai hormon yang membantu pembelahan sel, pemanjangan sel, dan pembentukan bunga. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi asam giberelat (GA3) terhadap pertumbuhan dan karakteristik hasil tanaman cabai rawit. Perlakuannya terdiri dari 3 konsentrasi GA3, yaitu 100 ppm, 250 ppm, dan 400 ppm, serta kontrol tanpa GA3, yang diulang sebanyak 6 kali menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Klaten selama 4 bulan, dari bulan September hingga Desember 2024. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah buah, dan berat buah panen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GA3 berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan, namun menurunkan karakteristik hasil. Konsentrasi GA3 250 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel pertumbuhan tanaman cabai rawit, sedangkan 0 ppm (kontrol) memberikan hasil terbaik pada variabel karakteristik hasil tanaman. Hal ini diduga karena GA3 menghambat masa transisi tanaman cabai rawit dan mengalokasikan sumber energi ke fase pertumbuhan vegetatif. Selain itu, konsentrasi GA3 yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang terlalu cepat akibat peningkatan hormon GA3, apabila tidak diimbangi dengan pemberian pupuk yang cukup, menyebabkan ketersediaan unsur hara menjadi kurang. Di samping itu, pemberian hormon GA3 yang tidak mempertimbangkan waktu aplikasi juga dapat memperburuk karakteristik hasil tanaman cabai rawit.

