Respon Pertumbuhan Tanaman Mint (Mentha piperita L.) Terhadap Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair
Growth Response of Mint Plant (Mentha piperita L.) To Concentration and Frequency of Application of Liquid Organic Fertilizer
Abstract
Tanaman mint merupakan salah satu tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang disebut dengan pappermint oil yang memiliki rasa khas menyegarkan. Rendahnya produksi tanaman mint di Indonesia menjadi suatu permasalahan strategis. Oleh karena itu, penelitian respon pertumbuhan tanaman mint terhadap konsentrasi dan frekuensi pemberian POC urine kelinci dilaksanakan di Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urine kelinci (K) (K0 = 0 ml/l, K1 = 5 ml/l, K2 = 10 ml/l, K3 =15 ml/l). faktor kedua yaitu frekuensi pemberian POC urine kelinci (F) (F1 = 7 hari sekali, F2 = 14 hari sekali, F3 = 21 hari sekali). Data diuji dengan analisis sidik ragam jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Perlakuan konsentrasi POC urine kelinci berbeda sangat nyata pada variabel saat muncul tunas, jumlah tunas, dan jumlah daun, berbeda tidak nyata pada variabel kandungan klorofil daun dan panjang akar terpanjang. Konsentrasi POC terbaik adalah konsentrasi 10 ml/l (K2). Perlakuan frekuensi menunjukan hasil berbeda sangat nyata pada variabel saat muncul tunas, dan jumlah daun, berbeda nyata pada variabel jumlah tunas, berbeda tidak nyata pada variabel kandungan klorofil daun dan panjang akar terpanjang. Frekuensi pemberian terbaik adalah frekuensi 7 hari sekali (F1). Kombinasi perlakuan konsentrasi 10 ml/l (K1) dengan frekuensi 7 hari sekali (F1) merupakan kombinasi yang tepat pada variabel saat muncul tunas dan jumlah daun.

