Karakterisasi Dan Pengembangan Produk Teh Celup Berbasis Teh Hitam Dan Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC)
Characterization and Development of Tea Bags Based on Black Tea and Kaffir Lime Peel (Citrus hystrix DC)
Abstract
Teh celup merupakan produk praktis yang digemari konsumen, terutama bila dikembangkan dengan bahan fungsional lokal. Pengembangan teh celup dari teh hitam dan kulit jeruk purut penting dilakukan karena keduanya mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Selain itu, penggunaan bahan lokal seperti kulit jeruk purut juga mendukung diversifikasi produk dan pemanfaatan limbah agrikultur secara berkelanjutan. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium yang bertujuan untuk mengkarakterisasi kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC) sebagai bahan tambahan dalam formulasi teh celup berbasis teh hitam. Fokus analisis meliputi karakteristik fisik yaitu rendemen dan kadar air sebagai data awal sebelum formulasi produk utama. Data diperoleh melalui serangkaian tahap pengolahan meliputi pemotongan, pengeringan, penggilingan, dan pengayakan kulit jeruk purut. Hasil menunjukkan bahwa rendemen total dari kulit jeruk purut sebesar 3,6%, dengan rendemen parsial tertinggi pada tahap penggilingan sebesar 63%. Analisis kadar air dilakukan pada kulit segar dan kering, dengan rata-rata kadar air masing-masing sebesar 7,6% dan 4,18%, yang memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 3836:2013 (kadar air ≤ 8%) dan SNI 01-3709-1995 (kadar air ≤ 12%). Hasil ini menunjukkan bahwa proses pengeringan dan pengolahan kulit jeruk purut layak digunakan sebagai bahan formulasi awal dalam pengembangan teh celup fungsional. Penelitian ini menjadi dasar awal sebelum dilakukan formulasi kombinasi dengan teh hitam dan pengujian organoleptik.

