REPRESENTASI FEMINISME EKSISTENSIALIS TOKOH JENG YAG DALAM SERIES GADIS KRETEK

  • Fani Ariana Setyawati Universitas Pekalongan
  • Desyarini Puspita Dewi Universitas Pekalongan
Keywords: series Gadis Kretek, Feminisme Eksistensialis, Simone De Beauvoir, stereotip, kesetaraan gender

Abstract

Penelitian melatarbelakangi sebuah bentuk ketidakadilan terahadap perempuan yang didominasi oleh laki-laki, perempuan mampu menunjukkan keeksistensinya sehingga tidak dipandang rendah oleh laki-laki. Perempuan mampu mendongkrak batasan yang ada yang telah ditentukan sehingga mampu mematahkan stereotip yang ada. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi perempuan tokoh Jeng Yah dalam series Gadis Kretek karya Kamila Andini dan Ifa Ifansyah dengan teori feminisme eksistensialis Simone De Beauvoir. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa kutipan dialog yang di dalamnya terdapat bentuk setereotip ketidakadilan gender serta eskistensialis dalam series Gadis Kretek karya Kamila Andini dan Ifa Ifansyah. Sumber data penelitian adalah series Gadis Kretek yang tayang di Netflix dengan 5 episode pada november 2023. Ketidakadilan gender yang ada dalam series Gadis Kretek perempuan merasa menjadi pihak yang dirugikan akan stereotip yang ada, perempuan dianggap sebagai pihak kedua, deskriminasi akan posisi, dituntut untuk mematuhi segala bentuk peraturan. Tokoh Jeng Yah keeksistesnialisanya melalui sebuah tindakan yang perempuan mampu berdikari, mimpi dan cita-cita. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan eksistensi perempuan tokoh Jeng Yah dalam series Gadis Kretek karya Kamila Andini dan Ifa Ifansyah. Tokoh Jeng Yah yang telah berhasil melakukan perlawanan akan kebebasannya akan tetapi stereotip dan ketidakadilan gender masih tertanam dalam pikiran masyarakat. Penyebabnya secara umum yaitu takdir dan sejarah perempuan dalam series dan stereotip perempuan. Untuk menegaskan eksistensi seorang perempuan. Seperti bekerja, mandiri, penolakan terhadap perkawinan, karena perempuan yang memilih kebebasan beranggapan perkawinan dapat membunuh perempuan dalam hal ini lebih kepada kebebasan perempuan sendiri.

Published
2024-08-23