DIALEK SANTRI PEKALONGAN DI PONDOK PESANTREN ALQUR’AN BUARAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN DISKUSI DI SMA

  • Ulfatul Chasanah Ulfa Universitas Pekalongan
  • Ika Arifianti Universitas Pekalongan
Keywords: Dialek Pekalongan, Diskusi, Pondok Pesantren, Sosiolinguistik

Abstract

Masyarakat heterogen memiliki kebudayaan dan bahasa yang beragam. Keragaman bahasa ini dikaji dalam cabang ilmu sosiolinguistik, yaitu dialek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dialek yang digunakan dalam tuturan santri di pondok pesantren Alqur’an Buaran Pekalongan dan mendeskripsikan implikasinya pada pembelajaran diskusi di SMA. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan tuturan santri saat berkomunikasi di pondok pesantren Alqur’an Buaran Pekalongan. Sumber data penelitian ini berupa tuturan dengan berbagai ragam bahasa dialek santri yang diperoleh melalui pengamatan langsung di pondok pesantren Alqur’an Buaran Pekalongan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan teknik catat. Penelitian ini menghasilkan analisis data berupa temuan yang terbagi menjadi 3 jenis dialek yaitu, (1) dialek regional;(2) dialek temporal;dan (3) dialek sosial. Implikasi dialek pada pembelajaran diskusi di SMA adalah bagaimana cara siswa menyampaikan pendapat atau sanggahan saat proses diskusi berlangsung, dengan implikasi ini siswa dapat memahami materi yang disampaikan guru, siswa mampu mendengarkan dan memahami berbagai sudut pandang, sehingga siswa mampu menghargai perbedaan dan dapat memperkaya pengalaman belajar serta dapat memperkaya ketrampilan bahasa.

Published
2024-08-29