ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI CERITA RAKYAT KELAS X DI KABUPATEN PEKALONGAN
Abstract
ABSTRACT
This study aims to determine the needs for Indonesian language learning media for folk tale material for Grade X students in senior high schools/vocational high schools in Pekalongan Regency. This study is a qualitative descriptive research. The data collection techniques used were interviews and the completion of digital questionnaires. The research instruments were developed by considering five indicators: the types of learning media commonly used, the advantages and disadvantages of the commonly used learning media, and the learning media needed to conduct a more optimal learning process. Based on the analysis of the data, it can be described that students consider the use of learning media to be very important in folk tale lessons and are more interested in digital learning media, particularly digital storytelling and animated videos. However, some senior high schools and vocational schools in Pekalongan Regency only use lecture methods without any learning media, causing students to feel bored and less interested in the learning process.
Keywords: Indonesian language, Learning media, Folklore
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan media pembelajaran Bahasa Indonesia materi cerita rakyat kelas X di SMA/SMK yang ada di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan Wawancara dan pengisian angket digital. Instrumen penelitian dikembangkan dengan memperhatikan beberapa indikator, yaitu jenis media pembelajaran yang biasa digunakan, kelebihan dan kekurangan media pembelajaran yang biasa digunakan, serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses pembelajaran yang lebih optimal. Berdasarkan hasil analisis data dapat dideskripsikan bahwa, peserta didik menganggap penggunaan media pembelajaran sangat penting pada materi cerita rakyat dan lebih tertarik terhadap media pembelajaran digital khususnya digital Storytelling dan video animasi, tetapi beberapa SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan hanya menggunakan metode ceramah tanpa adanya media pembelajaran yang digunakan, sehingga peserta didik merasa bosan dan kurang tertarik dalam pembelajaran.
Kata kunci : Bahasa Indonesia, Media pembelajaran, Cerita rakyat
