Pola dan Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika Terhadap Penggunaan Generative AI dalam Perkuliahan
Abstract
Perkembangan Genarative AI (Gen AI) beberapa tahun terakhir disertai dengan pertumbuhan jumlah pengguna AI yang sangat signifikan. Dalam banyak hal Gen AI dipakai dan dimanfaatkan penggunanya, termasuk dalam pembelajaran. Namun demikian, selain dapat mendukung pembelajaran, Gen AI dapat pula mengambil peran sebaliknya, bergantung bagaimana hal tersebut digunakan. Penelitian ini mengkaji dua hal, yaitu pola penggunaan Gen AI dalam perkuliahan dan persepsi mahasiswa tentang pengguna Gen AI dalam perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Sanata Dharma. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Sebanyak 45.2% mahasiswa kadang-kadang menggunakan Gen AI, 38.1% mahasiswa sering menggunakan Gen AI dan 4.8 % mahasiswa selalu menggunakan Gen AI dalam perkuliahan. Tiga Gen AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT, Gemini, dan Perplexity AI. Gen AI cenderung digunakan untuk bertanya tentang materi perkuliahan yang tidak dipahami, mencari ide solusi soal, dan memeriksa jawaban soal yang telah dikerjakan. Mayoritas mahasiswa setuju bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya Gen AI. Namun demikian, mayoritas mahasiswa berpendapat bahwa saat mengalami kesulitan, bertanya kepada Gen AI tidak lebih nyaman daripada bertanya kepada dosen atau teman kuliah. Selain itu, meskipun Gen AI dapat menyelesaikan masalah dengan mudah, murah dan cepat, mereka tetap merasa perlu menguasai berbagai hal.
