Makna Pragmatis Penyampaian Humor Morbid Pada Cuitan Warganet dalam Merespon Fenomena Sosial
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan humor morbid dalam cuitan warganet sebagai respons terhadap fenomena sosial yang berkembang di media sosial, khususnya Twitter, serta menganalisis makna
pragmatis yang terkandung di dalamnya dan dampaknya terhadap pemahaman siswa SMA mengenai isu-isu sosial. Humor morbid, yang sering memuat unsur gelap seperti kematian, penderitaan, atau tragedi, digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial, mengekspresikan emosi, dan membangun solidaritas di ruang digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi konten cuitan Twitter yang relevan dengan fenomena sosial seperti gaya hidup “anak Jaksel”, social climber, childfree, dan cyberbullying. Data dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik untuk memahami konteks makna dan fungsi dari humor morbid dalam komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor morbid memiliki fungsi sosial yang kompleks. Di satu sisi, ia menjadi media refleksi, pendidikan, dan penyampaian kritik yang efektif terhadap fenomena sosial kontemporer. Di sisi lain, jika tidak digunakan dengan bijak, humor ini berpotensi memperkuat stereotip, menormalkan perilaku negatif, serta melemahkan kepekaan terhadap isu-isu sensitif. Bagi siswa SMA, humor morbid dapat membantu dalam membentuk kesadaran kritis terhadap lingkungan sosial mereka, tetapi juga memerlukan pendampingan agar mereka tidak hanya memahami humor secara permukaan, melainkan mampu menangkap pesan yang lebih dalam. Dengan demikian, humor morbid di media sosial mencerminkan dinamika komunikasi digital yang kompleks dan menuntut kecermatan dalam penggunaannya.