Faktor Penyebab Hibriditas Dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Karya Dion Bene Rajaguguk
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya hibriditas dalam film Ngeri-ngeri sedap . Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pascakolonial dan semiotika, penelitian ini menganalisis karakter, dialog, dan unsur-unsur budaya dalam film tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hibriditas muncul dari tiga aspek utama: pendidikan, budaya, dan bahasa. Hibriditas pendidikan ditunjukkan melalui benturan dan peleburan pembelajaran modern dan nilai- nilai tradisional. Hibriditas budaya mencerminkan ketegangan antara identitas lokal dan nasional. Secara linguistik, penggunaan bahasa Sunda, Jawa, dan Batak oleh para tokoh menunjukkan pembentukan identitas yang berlapis-lapis. Bahasa-bahasa ini digunakan secara bergantian, menyoroti negosiasi identitas yang dinamis dalam latar multikultural dan multietnis. Dapat disimpulkan bahwa, film ini menggambarkan masyarakat Indonesia yang majemuk, di mana berbagai elemen budaya dan bahasa hidup berdampingan dan berinteraksi secara cair.