Ragam Bahasa Beku Dan Akrab Dalam Film Sumala: Perspektif Sosiolinguistik

  • Sivana Aprilia
  • Ika Arifianti

Abstract

Bahasa merupakan simbol budaya yang mencerminkan keberagaman masyarakat, termasuk kearifan lokal yang tercermin dalam komunikasi sehari-hari. Kajian sosiolinguistik memfokuskan pada hubungan antara bahasa dan konteks sosial, salah satunya melalui analisis variasi bahasa berdasarkan tingkat keformalannya. Variasi ini meliputi ragam beku, ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab. Masyarakat menggunakan bentuk bahasa yang berbeda sesuai dengan situasi dan lawan bicara, misalnya, ragam akrab digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan teman dekat, sedangkan ragam beku digunakan dalam situasi yang sangat formal seperti upacara, ragam beku adalah variasi bahasa yang tidak dapat diubah sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dari segi keformalan, khususnya ragam beku dan ragam akrab, dalam tuturan yang terdapat pada film Sumala karya Rizal Mantovani. Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Semarang dan memuat banyak tuturan yang mencerminkan penggunaan variasi bahasa dalam konteks sosial yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berupa penggalan tuturan tokoh dari adegan-adegan dalam film, yang dianalisis menggunakan teori variasi bahasa menurut Martin Joos. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga contoh penggunaan ragam beku dan tiga contoh penggunaan ragam akrab yang ditemukan dalam tuturan tokoh-tokoh di film tersebut. Penelitian ini menunjukkan bagaimana film dapat menjadi media untuk merepresentasikan variasi bahasa dalam konteks sosial, serta menggambarkan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan hubungan antarpenutur.

Published
2026-03-02
How to Cite
Aprilia, S., & Arifianti, I. (2026). Ragam Bahasa Beku Dan Akrab Dalam Film Sumala: Perspektif Sosiolinguistik . Prosiding Seminar SATRIA, 1(1), 248-258. Retrieved from https://proceeding.unikal.ac.id/index.php/satria/article/view/3342