Pengembangan Bahan Ajar Ceramah Bertema Budaya Kerja 5R Menggunakan Metode Pembelajaran Resitasi Untuk SMK Di Kabupaten Pekalongan

  • Muhammad Fakhri Rosyada
  • Harjito
  • Ika Septiana
Kata Kunci: bahan ajar, budaya kerja 5R, ceramah

Abstrak

SMK sebagai sekolah vokasi bertujuan menyiapkan lulusan agar siap kerja. Hal tersebut dapat dicapai melalui kegiatan pembelajaran. Pembelajaran di SMK belum mengintegrasikan budaya kerja di setiap mata pelajaran. Salah satu kendala yang dialami karena bahan ajar yang tersedia belum mengarah pada penanaman budaya kerja sehingga dikembangkan bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kebutuhan bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R menggunakan metode pembelajaran resitasi untuk SMK di Kabupaten Pekalongan? (2) bagaimana prototype bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R menggunakan metode pembelajaran resitasi untuk SMK di Kabupaten Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R menggunakan metode pembelajaran resitasi untuk SMK di Kabupaten Pekalongan, (2) menghasilkan prototype bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R menggunakan metode pembelajaran resitasi untuk SMK di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) menggunakan model Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Penelitian uji coba pemakaian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Bligo dan SMK Negeri 1 Kedungwuni. Tahap pengembangan terdiri dari tahap pengembangan bahan ajar, validasi ahli materi dan ahli media, revisi I, uji coba skala terbatas, revisi II, uji coba pemakaian, dan revisi akhir Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi ahli mendapatkan presentase skor 88% dan hasil validasi ahli media mendapat presentase 86%, yang berarti bahwa bahan ajar ceramah bertema budaya kerja 5R sangat layak digunakan. Presentase nilai hasil uji coba terbatas oleh guru SMK Muhammadiyah Bligo sebesar 86%. Presentase nilai uji coba pemakaian oleh guru sebesar 97% dan 100%. Nilai rata-rata peserta didik dalam mengerjakan evaluasi dalam bahan ajar ini 87,60 dan 89,81. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya temuan bahwa peserta didik banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang budaya kerja 5R dilihat dari angket tanggapan dan nilai tugas tertinggi yaitu pada tugas mencari padanan kata 5R dalam Bahasa Jepang. Kekurangan dalam bahan ajar ini terletak pada desain bahan ajar yang kurang menarik. Peserta didik yang mendapat nilai kurang dikarenakan faktor tingkat intelegensi, minat, dan motivasi.

Diterbitkan
2026-03-02