Tentang SANDIKA 6

Dalam era globalisasi dan revolusi industri 4.0, pendidikan dituntut untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta dinamika sosial-budaya. Pembelajaran tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga harus mampu membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Salah satu pendekatan yang semakin penting dalam sistem pendidikan modern adalah pembelajaran berdiferensiasi, yaitu pendekatan yang berfokus pada kebutuhan, minat, dan potensi setiap peserta didik secara individual.

Dalam konteks pembelajaran matematika, pendekatan berdiferensiasi sangat diperlukan untuk mengatasi keragaman kemampuan peserta didik dalam mempelajari materi-materi yang memerlukan tingkat analisa yang tinggi. Namun, upaya ini tidak bisa berdiri sendiri. Untuk mendukung tercapainya pembelajaran yang inklusif dan efektif, perlu dibangun ekosistem pembelajaran yang memadukan aspek teknologi dan budaya.

Teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Penggunaan perangkat digital, platform pembelajaran daring, dan alat bantu interaktif dapat mendukung pembelajaran menjadi lebih menarik, dinamis, dan efisien. Teknologi memungkinkan guru untuk menciptakan materi yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda. Namun demikian, penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek budaya lokal, sebagai identitas dan kekayaan bangsa. Nilai-nilai budaya dapat memberikan landasan yang kuat dalam membentuk karakter dan etos belajar peserta didik.

Usaha dalam membangun ekosistem pembelajaran matematika berbasis budaya dan teknologi yang berdiferensiasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan proses pendidikan yang relevan, bermakna, dan inklusif. Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan kearifan lokal, maahsiswa dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan global, tetapi juga menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Berdasarkan beberapa hal yang telah dikemukakan sebelumnya, perlu dilakukan upaya untuk membangun ekosistem pembelajaran berbasis budaya dan teknologi dalam pembelajaran matematika berdiferensiasi. Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pekalongan menyelenggarakan seminar ke-6. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan strategi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang menggabungkan aspek budaya dan teknologi, serta penerapannya dalam pembelajaran matematika berdiferensiasi. Melalui seminar ini, diharapkan para pendidik dan pemangku kebijakan dapat bersama-sama merumuskan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif, sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa.