Apakah Pembelajaran Etno-STREAM (Sains, Technologi, Agama, Teknik, Seni dan Matematika) dapat Meningkatkan Komunikasi Sains Siswa
Abstract
Keterampilan komunikasi sains adalah salah satu keterampilan yang penting di abad 21 dan merupakan bagian dari 6C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi sains siswa menggunakan model Etno-STREAM dalam pembuatan makanan khas lokal Majalengkar. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah SMA di Majalengka, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain The Statistic-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling, dengan sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing dengan 32 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian dengan indikator komunikasi sains. Data dianalisis menggunakan Uji T Independen (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi sains siswa, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya, pembelajaran sains perlu dikembangkan lebih lanjut di sekolah kejuruan untuk meningkatkan keterampilan abad 21 dengan memanfaatkan pengetahuan lokal.