Klasterisasi Kabupaten/Kota di Jawa Barat Berdasarkan Kualifikasi dan Pemerataan Guru SMP Menggunakan K-Means Clustering

  • Fitri Rahmawati Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nurmala Setianing Putri Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nadia Ulfa Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ulfah Nur Azizah Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasterisasi kabupaten di Jawa Barat berdasarkan kualifikasi dan pemerataan guru SMP menggunakan metode K-Means Clustering. Variabel yang dianalisis mencakup kualifikasi guru, guru tersertifikasi, dan Indeks Pemerataan Guru (IPG) PNS. Kualifikasi guru menunjukkan persentase guru yang telah memenuhi standar pendidikan S1/D4, sertifikasi guru menggambarkan persentase guru yang telah tersertifikasi sebagai bukti pemenuhan standar profesionalisme, sementara IPG PNS digunakan untuk mengukur tingkat pemerataan distribusi guru PNS di wilayah Kabupaten/Kota. Hasil analisis K-Means Clustering membagi kabupaten/kota di Jawa Barat menjadi dua klaster. Klaster 1, yang terdiri dari 12 Kabupaten/Kota, menunjukkan kualitas guru yang cukup baik dengan persentase kualifikasi guru dan guru tersertifikasi di atas rata-rata, serta distribusi guru yang lebih merata. Sebaliknya, Klaster 2, yang mencakup 15 Kabupaten/Kota, memiliki persentasi kualifikasi guru dan guru tersertifikasi di bawah rata-rata, mengindikasikan kualitas guru yang masih kurang serta distribusi guru yang kurang merata. Temuan ini memberikan gambaran mengenai perbedaan kondisi tenaga pendidik di Jawa Barat, yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas dan pemerataan guru.

Diterbitkan
2025-02-25