Current Issue

Vol 1 No 1 (2025): Prosiding SENTANI: Seminar Nasional Pertanian Indonesia
Published: 2025-10-01

Articles

View All Issues

Prosiding SENTANI: Seminar Nasional Pertanian Indonesia 2025 merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-41 Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan” sebagai bentuk komitmen akademik dalam menjawab tantangan sektor pertanian di era perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan dinamika ketahanan pangan nasional.

SENTANI 2025 dilaksanakan secara daring (online) melalui platform Zoom Meeting dengan rincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal             : Kamis, 10 Juli 2025
Waktu                         : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat                       : Platform Zoom Meeting

Kegiatan ini diikuti oleh 193 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi pertanian, pemangku kebijakan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar menghadirkan tiga narasumber utama yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  1. Prof. Stella Christie
    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (diwakili oleh Dr. Karlisa Priandana). Dalam pemaparannya bertema “Peranan Artificial Intelligence (AI) untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, disampaikan pentingnya integrasi teknologi AI, IoT, big data, dan sistem otomatisasi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

  2. Suntoro
    Guru Besar Ilmu Kesuburan Tanah dari Universitas Sebelas Maret. Materi yang disampaikan berjudul “Peluang dan Tantangan Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, yang menekankan pentingnya transisi dari pertanian konvensional menuju sistem pertanian berkelanjutan berbasis konservasi tanah, efisiensi sumber daya, dan peningkatan bahan organik tanah.

  3. Mangku Purnomo
    Guru Besar Sosiologi Pertanian sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Beliau membawakan materi “Rekayasa Sosial, Kelembagaan, dan Kearifan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, yang menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani dan pendekatan sosial-partisipatif dalam pembangunan pertanian.

Selain sesi pleno (sidang utama), SENTANI 2025 juga menyelenggarakan Call for Papers sebagai bagian dari sesi paralel. Sebanyak lebih dari 70 makalah dari berbagai institusi telah dipresentasikan dan dibagi ke dalam lima subtema utama, yaitu:

  1. Inovasi Teknologi Pertanian

  2. Pengelolaan Sumber Daya Pertanian Berkelanjutan

  3. Sistem Pangan dan Ketahanan Pangan

  4. Pemberdayaan Petani dan Kelembagaan Pertanian

  5. Kebijakan dan Ekonomi Pertanian

Setiap makalah telah melalui proses seleksi dan review oleh tim reviewer akademik. Seluruh artikel yang dipresentasikan dalam sesi paralel dihimpun dan diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional ber-ISSN sebagai bentuk dokumentasi ilmiah dan diseminasi pengetahuan.

Artikel-artikel terpilih dengan kualitas terbaik selanjutnya direkomendasikan untuk diterbitkan pada jurnal ilmiah terindeks SINTA sesuai dengan proses review lanjutan oleh dewan editor.

Prosiding SENTANI 2025 diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan literatur ilmiah di bidang pertanian berkelanjutan serta menjadi referensi strategis bagi akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan inovasi pertanian yang adaptif, resilien, dan berdaya saing guna mendukung ketahanan pangan nasional.